Setengah Perjalanan IPM Lampung Tengah
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Setengah Perjalanan IPM Lampung Tengah

Kamis, 28 April 2016



Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lampung Tengah telah mengarungi setengah periode, dinamika organisasi sudah tentu tak terelakan kendala intern maupun ekstern, itu juga yang dirasakan oleh PD IPM Lampung Tengah

Ikatan Pelajar Muhammadiyah dengan jargonnya pelajar berkemajuan memiliki visi yang sama dengan Muhammadiyah yakni mewujudkan masyarakat muslim yang sebenar-benarnya namun untuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah lebih dikhususkan pada ranah pelajar dan remaja. Tentunya untuk mencapai cita-cita tersebut tidak terlepas dari beberapa tantangan baik internal maupun eksternal, sebut saja arus globalisasi yang semakin deras membuat para pelajar (anti dalil) lebih hobi bercengkrama dengan dunia maya daripada menikmati Al Qur’an dan buku-buku bacaan sumber ilmu, mereka lebih bangga menyebut dirinya netizen ketimbang sebagai santri, belum lagi para siswa-siswi Muhammadiyah yang masih buta Muhammadiyah bahkan tidak pede mlantangkan “saya pelajar Muhammadiyah”, ada juga Ujian Nasional yang masih menjadi momok bagi sebagian peserta didik.
Pelajar memang dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif dengan ditunjang oleh kecanggihan IPTEK seharusnya pelajar mampu menjadikan fasilitas tersebut untuk memperkaya ilmu pengetahuan yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penyakit remaja yang harus disadari yakni narkoba, sex bebas dan tindakan kriminal yang merupakan kenakalan remaja yang sudah sangat lazim. Para pelajar harus peka terhadap realita sosial dan mampu membawa dampak positif bagi rekan sebayanya yang masih berfikiran labil.
Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang memiliki peranan Pencerdasan, Pemberdayaan dan Pembebasan untuk mengantarkan kepada Pelajar Berkemajuan mempunyai banyak setrategi gerakan dalam mengawal visi tersebut. Salah satunya adalah komunitas kreatif yang merupakan media yang banyak digandrungi oleh kaum remaja, dengan menyalurkan hobi yang mengemas nilai-nilai edukasi menjawab kegelisahan pelajar dan apa yang dibutuhkannya. Memfasilitasi mereka yang ingin berekspresi diarahkan pada hal-hal positif sehingga tidak mengekang ataupun membelenggu mereka, dengan kata lain “mempelajarkan pelajar”.
Selain kewajiban mengawal pelajar Ikatan Pelajar Muhammadiyah juga mempunyai kewajiban untuk mengawal Islam agar selalu menjadi agama yang kokoh disegala lini, karena Ikatan Pelajar Muhammadiyah adalah organisasi amar ma’ruf nahi munkar. Dalam hal ini dakwah Ikatan Pelajar Muhammadiyah bukan hanya di ranah pelajar namun mencakup seluruh lapisan masyarakat, dengan gerakan dakwah social diharapkan para pelajar Muhammadiyah mampu menjadi insan yang bertaqwa serta mampu menguasai IPTEK dengan baik dan benar.
#LaspenLamteng